winteru.com - Dirumah sakit, Burak dan Sezen membantu Semih mengenakan
baju. Tak lama, Kerem pun datang. Kerem menyapa ayahnya dan mendoakan semoga
ayahnya cepat sembuh. Semih hanya diam saja, Burak dan Sezen saling melirik
satu sama lain. Kerem lalu menanyakan Semih yang sudah akur dengan menantunya,
Burak. Semih menjawab kalau Burak orang yang baik. Sezen dan Burak merasa
sangat senang karena ayahnya sudah menerima pernikahan mereka. Kerem lalu
mengulurkan tangannya pada Semih. Beberapa saat, barulah Semih meraih tangan
Kerem dan berdiri. Kerem dan Semih berpelukan sebagai seorang ayah dan anak
yang sudah terpisah sangat lama. Semih menangis memeluk Kerem begitupula dengan
Kerem yang terharu. Sezen dan Burak memandang kebahagiaan dua orang, ayah dan
anak itu.
Dirumah Fusun, Selim sedang mengajar Buket melukis sambil
berbincang-bincang seperti biasanya. Sementara Burcu menyiapkan minuman. Selim
tampak tersenyum licik sambil berpikir sesuatu saat mengetahui bahwa Fusun hanya
sendirian dirumah. Burcu dan Buket bercerita bahwa Pakize, bibi mereka pergi ke
Sarkoy sedangkan Ghani pulang ke Kaesery. Sedangkan ditempat lain, Semih,
Sezen, Kerem dan juga Burak sedang berbicara mengenai dimana Semih akan tinggal
selanjutnya. Disaat yang sama, Bennu pun tiba lalu suasana tiba-tiba berubah
menjadi hening dan semua yang ada disana hanya saling memandang satu sama lain.
Malam harinya, Fusun sedang menyulam gaun untuk Burcu yang
akan dipakainya saat pentas seni nanti. Tiba-tiba ponselnya berdering dan
ternyata Burcu yang menelpon. Burcu menanyakan tentang gaunnya pada Fusun.
Disaat yang sama Burcin menangis karna terbangun dari tidurnya, Fusun pun
menutup telpon dan bergegas menenangkannya. Setelah berhasil menenagkan Burcin,
Fusun meneruskan kembali menyulam. Disaat itu, seorang pria yang tak lain
adalah Selim mengendap-ngendap masuk rumah Fusun lewat pintu belakang. Fusun
sangat terkejut dan berteriak histeris ketika melihat Selim sudah ada
didepannya. Fusun pun berlari ketakutan, Selim terus mengejarnya hingga Fusun
terjebak dikamar. Dikamar, Selim berusaha memperkosa Fusun, Fusun berusaha sekuat
tenaga melawannya namun sia-sia karena Selim lebih kuat darinya. Disaat seperti
itulah Fusun melihat gunting yang tergeletak dimeja lalu berusaha meraihnya.
Fusun langsung menusukkan gunting tersebut dipunggung Selim.
Pagi hari, Fusun duduk terdiam didepan pintu kamar sambil
memangku Burcin, penampilannya sangat acak-acakan layaknya orang tidak waras. Sepertinya
semalaman dia menangisi kejadian itu. Sementara dibelakangnya, Selim yang telah
tewas terkapar dilantai dengan gunting tertancap dipunggungnya. Sedangkan
diluar, Pakize, bibi Fusun telah tiba dari Sarkoy, dia sempat berbincang-bincang
dengan tetangga sebelum memasuki rumah Fusun. Sesampainya dirumah dia heran dan
mulai khawatir karena Fusun tidak menjawab panggilannya, ditambah lagi, dia menemukan
kain tergeletak dilantai, lalu Pakize menaiki tangga menuju kamar Fusun.
Alangkah terkejutnya dia melihat kondisi Fusun saat itu, dan dia semakin shock
lalu menjerit histeris ketika melihat didalam kamar ada seorang pria tergeletak
dengan gunting menancap dipunggungnya.
Dilain tempat, keluarga Burhan sedang menikmati sarapan
bersama. Burcu terlihat panik dan tidak sabaran karena pagi itu dia akan pentas
ditambah lagi ibunya juga tidak memberikan kabar padanya mengenai gaun yang
akan dikenakannya itu. Nadide berusaha meyakinkan Burcu dan menenangkannya.
Selesai sarapan, Naddide, Ali kemal dan anak-anaknya pun bergegas pergi kerumah
Fusun. Sepanjang perjalanan mereka berbincang-bincang penuh kegembiraan.
Tak lama mereka pun sampai didepan rumah Fusun, namun mereka
merasa heran karena disana ada banyak orang berkerumunan dan juga polisi. Rumah
Fusun juga telah dipagari police line. Ali Kemal dan keluarganya menerobos
masuk, meskipun polisi berusaha mencegahnya. Suasana sangat tegang begitu
keluarga Ali kemal masuk ke rumah, polisi tidak mengizinkan mereka masuk
dikarenakan sedang dilakukan olah TKP atas kasus Fusun. Ali kemal tetap
bersikeras menerobos menaiki tangga menuju kamar Fusun. Polisi berusaha mencegahnya,
dari kejauhan dia sangat sedih melihat kondisi Fusun saat itu. Sesampainya diluar,
Ali kemal memeluk anak-anaknya sambil menangis. Naddide yang saat itu memangku
Burcin pun merasa sedih dengan kejadian ini.
Dikamarnya, Shehrazat yang saat itu sudah bersiap-siap untuk
berangkat ke kantor sedang mengamati wajah Onur yang masih tidur terlelap
hingga Onur terbangun. Shehrazat menyapa suaminya itu, lalu Onur bertanya
kenapa Shehrazat tidak membangunkannya. Shehrazat mengatakan bahwa dia tidak
mau melewatkan memandang wajah manis Onur saat tidur, lalu Onur bangun dan
melihat jamnya. Shehrazat mengatakan akan pergi bekerja, Onur tampak heran kenapa
dihari minggu Shehrazat harus bekerja, lalu Onur pun kembali berbaring sambil
menarik tangan istrinya yang akan beranjak pergi. Shehrazat lalu menegaskan dia
harus bekerja hari ini tapi Onur tak peduli dan malah semakin erat memeluk
Shehrazat.
Baca juga :
Sementara itu dihalaman rumah, Firdev sedang melayani Kaan
dan Nilufer sarapan. Nilufer dan Kaan sangat senang karena Firdevs membuatkan
mereka makanan berbentuk replika mukanya. Tak lama kemudian Shehrazat dan Onur menyusul
dan ikut sarapan bersama mereka. Kaan bercerita bahwa Firdev membuatkan makanan
di piring menyerupai muka, lalu Shehrazat berterima kasih pada Firdev. Namun
sepertinya Firdev tak mendengar ucapan Shehrazat karena terlalu semangat
melayani Nilufer. Shehrazat pun sangat kesal dan berbicara ketus padanya.
Firdev pun beralasan bahwa dia tidak mendengarnya. Onur hanya terdiam dan
terlihat tegang. Disaat ketegangan itu Kaan bertanya pada ibunya tentang rencana
menanam bunga ditaman. Setelah menjawab pertanyaan Kaan, Shehrazat pun
buru-buru pergi kekantor.
Nadide, Ali kemal dan yang lainnya masih dihalaman rumah Fusun.
Mereka bersedih dan tampak cemas memikirkan Fusun. Sementara Burhan yang blm
mengetahui kabar tentang Fusun sedang santai dirumah sambil membaca koran.
Shehrazat tiba dikantornya, saat turun dari mobil dia
memergoki seorang pria tengah mengambil fotonya dari balik semak-semak.
Shehrazat pun berlari mengejar pria itu, namun sia-sia karena pria itu berlari
sangat cepat. Shehrazat mulai merasa ketakutan dan bergegas kembali ke mobil untuk
menelfon Onur. Saat itu, Onur sedang berbincang-bincang dengan Firdev saat
Shehrazat menelfonnya. Shehrazat menceritakan kejadian yang dialaminya. Onur
pun terlihat tegang saat Shehrazat mengatakan akan melapor polisi. Lalu dia
menyuruh Shehrazat pulang.
